AMUK di PELUKAN
Puisi pertama dari balik derit pintu asrama
Ku tulis pelan merasakan kemarahan yang tertahan
Di sudut kanan senyum meringai membungkam teriakan
Dari dalam, gemuruh amarah bergejolak menari bersama airmata yang tertahan
Sesekali tangan lepas kendali dari pemilik
Lemas terduduk di sudut penyesalan
Kemudian bangkit, atas nama pembenaran
"Ya, jika tak begini maka mereka akan selalu begitu. Bahkan saat sudah begini, mereka hanya sembuh sedetik setelah itu dan mencipta amuk kembali dalam diriku"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar