Selasa, 19 Oktober 2021

Puisi dari balik jeruji penjara suci

 AMUK di PELUKAN


Puisi pertama dari balik derit pintu asrama

Ku tulis pelan merasakan kemarahan yang tertahan

Di sudut kanan senyum meringai membungkam teriakan

Dari dalam, gemuruh amarah bergejolak menari bersama airmata yang tertahan


Sesekali tangan lepas kendali dari pemilik

Lemas terduduk di sudut penyesalan 

Kemudian bangkit, atas nama pembenaran

"Ya, jika tak begini maka mereka akan selalu begitu. Bahkan saat sudah begini, mereka hanya sembuh sedetik setelah itu dan mencipta amuk kembali dalam diriku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dialog Bisu #6

Aku tidak mau memilikimu hanya karena aku memerlukanmu, aku menginginkanmu jika memang ada mimpi dan harapanku dalam dirimu. Kenapa ? Aku en...