Hai, Teman sastra....
Kali ini aku mau rilis naskah drama komedi khas buatan anak SMA. Karena saat menulis naskah ini, aku masih duduk di bangku SMA. Dan naskah ini juga pernah dipentaskan pada saat pelepasan siswa kelas XII pada masanya.
Selamat membaca teman sastra... :)
Putri Edan
Pemain
: anggota
:
|
1.
Narrator
|
1.tia
|
|
2.
Permaisuri
|
2.tika
|
|
3.
Pangeran
|
3.wulan
|
|
4.
Miss Sumbing
|
4.ikom
|
|
5.
Pengawal
|
5.vika
|
|
6.
Raja
|
6.wiwik
|
|
7.
Ratu
|
7.via
|
|
8.
Mbok perawan
|
8.dias
|
|
9.
Miss Missan
|
9.alim
|
|
|
|
Narator : hihihi…
bersama saya kutil si kuntilanak centil hihihi kita akan mengupas tuntas cerita
ini sampai keakarnya penasaran seperti apa ceritanya…
mari kita simak bersama-sama
di suatu hutan terlihat seorang pangeran bernama Lau sedang berburu hewan
ditemani oleh sang permaisuri dan pengawalnya
Permaisuri
: kanda, saya mau kesana dulu kanda
sepertinya disana ada bunga yang cantik dan langka..
Pangeran : baiklah, biar pengawal menemanimu dinda
Permaisuri : tak usah kanda biarlah pengawal bersamamu,
aku tak kan jauh dari sini..
Pangeran : baiklah dinda , hati-hati
Permaisuri
: iya kanda
Namun tiba-tiba sang pangeran melihat buruan yang sedari tadi
dicarinya,
Pangeran
: pengawal lihat itu rusa besar buruan
kita..
Pengawal
: iya pangeran benar. sang pangeran
dan pengawal mengejar buruan itu sehingga tanpa sengaja mereka meninggalkan
sang permaisuri….
Permaisuri
: kanda, lihat bunga ini cantik sekali
bukan ? (melihat tak ada siapapun disana permaisuri pun kebingungan dan merasa ketakutan dan mencari-cari sang
pangeran) kanda… kanda… kanda dimana ??
Sesampainya
di Istana, sang pangeran pun baru menyadari akan hilangnya sang permaisuri
Pangeran
: tunggu pengawal
Pengawal
: ada apa pangeran ?
Pangeran : dimana permaisuri ?
Pengawal : tidak..!! permaisuri tertinggal di
hutan pangeran..
Pangeran
: APA ?!!! cepat cari permaisuri
sampai ketemu.
Pengawal
: Sendika dawuh pangeran
Waktu
semakin berlalu berita itu pun terdengar oleh seorang wanita desa yang bahagia
mendengarnya karena dari dulu ia berharap bisa bersanding dengan sang pangeran.
Miss
Sumbing : mbok…mbok….
Mbok
Perawan : iya mbing… ana apa tha ??
teriak-teriak kayak di kuburan aja
Miss
Sumbing : ngawur mbok iki mosok
teriak kok di kuburan ??
Mbok Perawan : ouh
mbok salah ya ?? ya ws ora apa tho ??
Miss Sumbing :
iya deh, ouh iya mbok Miss missan mana ??
Mbok perawan : ada
di dalam sedang bantu mbok bersih-bersih rumah..
Miss Sumbing : sampein ke Miss Missan ya mbok nanti
malam aku minta ditemenin ke istana
Mbok Perawan : ke
Istana …?? Ngapain tho Mbing kesana malem-malem ?
Miss Sumbing : ada deh Mbok… mau tau aja…
Mbok Perawan : so
I must say “WOW” ngono…???
Miss Sumbing : halah mbok ki sok Inggris..
Mbok Perawan : lha
piye pak ora pok..??
Miss Sumbing : ha’a ws pak ora
Narrator :
mbok perawan pun masuk kedalam menemui Miss Missan
Mbok Perawan :
Miss… Miss missan…
dimana… dimana… dimana… Miss Missan… Miss
Missan berada
Miss Missan : disini mbok.. ana apa tho ??
Mbok Perawan :
nanti malam ada acara ntek ?
Miss MIssan : nana mbok, knapa ?
Mbok Perawan : itu
si Miss Sumbing minta ditemenin ke Istana nanti malam
Miss Missan : siplah pokokna.. memangnya ada apa tho
mbok ke Istana
Mbok Perawan :
mbok juga tak tahu Miss
Miss Missan : ya ws nanti tak Tanya Miss Sumbing
sendiri mbok
Narrator : Disaat mbok perawan dan Miss Missan
bingung dengan tujuan Miss Sumbing. Ditempat lain pangeran Lau sedang galau karena
permaisuri tak kunjung ditemukan
Pangeran : pengawal pengawal…
Pengawal : sendika dawuh pangeran
Whats Up..?
Pangeran : halah sok Inggris kau
kau tau tak kalau aku sedang galau..?
Pengawal : gak tuh pangeran
kalaupun iya, emang masalah buat gue ?
Pangeran : HUZT ! mature..? mangkeh didukani pak guru lho…
Pengawal :
Ampun Pangeran… kan Cuma just kidding hehehe
Di sudut Istana, raja dan
ratu merenungi akan nasib anaknya
Ratu : Ayanda… bagaimana nasib anak kita
itu kian lama kian merana
Raja : entahlah nimas, ayah juga bingung
Ratu : bagaimana kalau kita carikan saja
pengganti permaisuri
Raja : sayembara sudah dilaksanakan
nimas, namun belum satupun wanita yang datang melamarnya
Ratu : malang sekali nasibmu nak..nak…
hidup sekali kok buat galau-galauan
Narrator ; yeah, pangeran merana karena sang
permaisuri tak kunjung datang.. entahlah karena kurasa waktu yang akan menjawab
semua
ditempat lain, Miss Sumbing, Miss Missan
dan mbok perawan mempersiapkan segala sesuatu untuk melamar pangeran
Miss sumbing : yang ini gimana ?
Miss Missan : No
Miss sumbing : yang ini ?
Miss Missan : na..na
Miss Sumbing : hmm.. kalau ini ?
Mbok Perawan : Ora
Miss sumbing : trus yang mana dong ?
Miss Missan : ini aja gimana ?
Miss Sumbing : okelah kalau begitu
Narrator : persiapan selesai (ala upacara)
Miss Sumbing dan Miss Missan pun tiba di
Istana
Miss Sumbing : assalamualaikum
Miss Missan : tuk…atuk…
Miss Sumbing : heh emangnya Upin Ipin ?
Miss Missan : habis nada kamu mah gitu
Miss Sumbing : ya udah diem dulu
sepada..sepeda..sepatu
ada yang didalam ?
Ratu : sekejab atuh..
Raja :
siapa kaliyan ?
Miss Sumbing : nama saya Miss Sumbing cantik jrlita,
baik hati, tidak sombong dan rajin menyolong..
Raja & Ratu : hah..??!!
Miss Sumbing : ups.. maksud saya rajin menolong.. hehe
Ratu : oh.. kalau kamu ?
Miss Missan : saya Miss Missan yang sederhana dan apa
adanya…
Raja : lalu apa tujuan kaliyan datang
kemari ?
Miss Sumbing : saya mau melamar pangeran Lau
Miss Missan : kalau saya mau melamar raja..
Ratu : apa ??!!
Miss Missan : bercanda keless… saya kesini cuma mengantar
miss Sumbing saja
Ratu : oh… baiklah mari masuk masuk..
Raja : Lau, kemari nak ada yang mau
bertemu denganmu
Pangeran : iya ayanda..
Ratu : ini Miss Sumbing dan Miss Missan
mereka datang untuk melamarmu nak..
ayah dan ibu khawatir semenjak permaisuri pergi kau selalu merana.. untuk itu
ayah mengadakan sayembara untukmu
Pangeran :
pengawal bagaimana ini ?
Pengawal : Lha kok malah tanya saya pangeran ?
Pangeran : aku masih sangat mencintai permaisuri
tapi ia tak kunjung ditemukan
tapi wanita ini juga cukup cantik
untukku
Pengawal : ya sudahlah.. kalau pangeran merasa
bosan menunggu sang permaisuri yang tak kunjung datang terimalah saja dia
Pangeran : apa mereka berdua datang untuk melamarku
?
Miss Missan : na..na… saya hanya mengantar Miss Sumbing
pangeran
Pangeran : ayah ibu.. bagaimana ini ?
Ratu : terserah kau saja jjika kau suka
maka terimalah jika tidak maka suruhlah dia pulang
Raja : benar anakku karena kelak kau
yang akan menjalaninya
Pangeran : baiklah karena saya sudah terlalu lama merana
menunggu permaisuri yang tak kujung ditemukan maka aku memutuskan untuk…..
Permaisuri : tunggu ! tunggu kanda…! Apakah kau
benar-benar akan menerimanya dan menduakan aku kanda..??
Pangeran : dinda..??
Permaisuri : iya kanda ini aku permaisurimu. Jawab aku
kanda apakah kau akan menerimanya ?
Pangeran : selama ini aku mencarimu, menunggu kabar
darimu tiap hari aku merana karena kamu permaisuriku…
Permaisuri : lalu..?
Pangeran : aku tetap mencintaimu dan aku tidak akan
menduakanmu. Untuk itu aku minta maaf padamu Miss Sumbing aku tak bisa
menerimamu
Miss Sumbing : apa ? (pingsan)
Narrator : pangeran pun bahagia karena karena dia
kembali bertemu dengan permaisurinya. Namun disisi lain Miss MIssan dan Mbok
Perawan menghibur Miss Sumbing yang frustasi karena tak dapat meraih cinta sang
pangeran untuk kesekian kalinya.
Miss Missan : sabar miss
sabar..
Mbok perawan : iya mbing sabar.. semangat donk masih
banyak lelaki lain yang lebih daripada pangeran Lau
Miss Sumbing : na…na… aku nggak mau yang lain. Yang
aku mau Cuma pangeran Lau..
Miss Missan : katanya sedih kok itu maen hp ?
Miss Sumbing : kan ini lagi update status sekalian
nge-tweet kegalauan aku
Miss Missan : halah..
Mbok Perawan : iya ki.. pangeran Lau kuwi ndak cinta
sama kamu mbing..
Miss Sumbing : lebih baik kau bunuh aku
dengan pedangmu daripada kau bunuh aku dengan cintamu ?
Miss Missan :
jangan Miss jangan atuh…
Mbok perawan : iya mbing jangan berbuat bodoh
seperti itu
Miss Sumbing : maafkan aku selamat
tinggal….. eit saya pending sebentar
Miss Missan :
lho kok pending Miss ?
Miss Sumbing :
iya meh update status + nge-tweet sek
Mbok perawan : yaah… ana ana wae
Miss Sumbing :
oke,wis. selamat tinggal mbok… selamat tinggal miss
Miss Missan + Mbok Perawan
: Miss Sumbinggggg………………
Narrator :
Miss Sumbing terlanjur mengakhiri hidupnya karena frustasi cintanya tak dapat
dimiliki
sedangkan mbok perawan dan miss missan
sangat menyayangkan keputusan Miss sumbing hal yang tak selayaknya ia lakukan
karena masa depannya masih panjang.
demikian, akhir cerita yang menyedihkan semoga nilai-nilainya dapa diambil
kurang lebihnya mohon maaf karena semua ini hanya hiburan semata.
Terima kasih sudah membaca teman sastra...