Senin, 31 Desember 2018

Bukan Cerita Bersambung: Kesempatan tidak datang dua kali, hanya saja kadang terlambat ketika menghampiri

Satria
(kesempatan yang tertunda)

Salah satu hal yang paling sulit selama hidup di bumi adalah melepas seseorang yang dikasihi untuk pergi. Pergi meninggalkan untuk orang lain ataupun pergi meninggalkan untuk selamanya, yang artinya kita tidak lagi bisa bertemu dengannya walaupun sudah berada di dalam alam yang sama. Bukan hal mudah untuk membiasakan diri menikmati hidup sendiri sedang sebelumnya kita bisa berbagi. Walau hanya sekedar basa basi tanpa arti namun hal-hal kecil semacam itulah yang kemudian bisa menenggelamkanmu dalam lautan rindu.
Ini kisahku, kisah seorang perempuan yang berusaha bangkit dari patah hati yang ia rasakan. Bukan hal mudah baginya untuk mengakui ia telah jatuh cinta. Bukan hal mudah pula baginya untuk mengakui setiap kekalahannya dalam cinta. Orang bilang cinta akan tumbuh karena terbiasa, kalimat yang tak sepenuhnya salah namun tidak tepat dengan kenyataannya. Cinta datang bukan karena terbiasa, karena seseorang yang sudah biasa sekalipun akan sulit untuk jatuh cinta. Cinta tidak bisa memilih pada siapa ia akan berlabuh, dimana dan kapan. Tidak heran jika ada istilah cinta datang terlambat, sebenarnya bukan terlambat hanya saja datang di waktu yang tidak tepat. Entah salah satunya sudah berpasangan atau keduanya yang sudah berpasangan. Cinta tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan yang sudah bersandingan, sebab untuk bersanding pun dulu pernah mengakui cinta yang tumbuh diantara keduanya. Itulah cinta. Cinta sejati atau bukan, tidak lagi ditentukan oleh cinta tapi oleh orangnya. Bagaimana ia menjemput dan menjaga cinta yang sudah datang padanya adalah urusannya. Orang bilang “tapi Tuhan maha membolak-balikan hati”, aku bilang tinggal seberapa kuat kamu bertahan dan mempertahankan yang sudah ada.
Dan dia datang disaat aku benar-benar dalam kehampaan, patah hati yang sudah menjadikanku bukan lagi aku. Dia datang pelan-pelan, tidak terburu-buru meski tahu saat itu adalah waktu yang tepat untuk masuk dalam hidupku. Pilihannya ada padaku, mempersilahkan masuk menyambutnya dengan baik atau mengabaikannya karena masih takut untuk kembali lara. Dan aku memilih yang kedua, sebab luka yang ku terima kemarin masih sangat basah. Diterimanya luka tanpa permisi itu membuatku kian patah setiap mengingat bagian-bagiannya. Aku pikir dia akan menyerah sama seperti para pria sebelumnya yang tidak bisa menerima aku dengan luka yang masih belum sembuh itu. Dia berbeda, dia benar-benar masih sama seperti saat pertama kali aku mengenalnya. Meski berkali-kali aku mengabaikannya, ia tidak pernah berhenti berusaha mengembalikanku seperti semula. Dia tidak pernah memintaku untuk melupakan masa-masa patahku, tidak pernah memaksaku untuk melihat ke depan dan melupakan semua kenangan pahit yang masih tertinggal. Dia benar-benar teman. Tidak pernah protes soal puisi-puisi dan tulisan kegalauan yang aku tinggalkan di WA stories atau instastoriesku, meskipun kadang sedikit mengkritik bahasa atau diksiku yang terlalu blak-blakan. Mungkin dia adalah satu-satunya orang yang berani mengaku suka puisi-puisi picisanku meskipun disertai kritik dan saran tapi justru itu yang membuatku berpikir bahwa dia tidak sedang merayu, dia benar-benar suka tulisanku.
Sebab itu aku mulai sedikit lebih baik padanya, tidak lagi sedingin saat awal-awal aku mengenalnya. Walaupun dia tahu aku belum bisa membuka hati untuknya. dia masih sama, tetap hangat dengan caranya. Perlahan dia mulai membuatku nyaman meski aku tetap belum mau sepenuhnya mempercayakan hatiku padanya, aku mulai suka. Dia mengajariku bagaimana belajar hidup tanpa menggurui, tanpa melarang dan menjelek-jelekan apa yang sudah aku biasakan. Dia yang membuatku jatuh cinta pada buku-buku yang sebelumnya tak pernah aku mau tahu, mendukungku untuk menjemput ide-ide yang muncul dibenakku dan menuliskannya pada apapun media  yang sedang aku bawa. Dia adalah Satria.

Kamis, 22 November 2018

Catatan sajak-sajak patah hati #1

Bersama luka yang kau tinggal,aku masih bisu pura-pura tak tahu berada dalam kesendirian
Aku masih bersamamu, tapi tak pernah mampu mengisi hatimu

Aku masih tersesat dalam riuh malam, terperangkap bersama diam yang begitu berisik memintaku pulang

Dan aku jatuh hati pada orang yang sama, dengan cara yang sama dan waktu berbeda. Aku pula patah hati karena orang yang sama, dengan cara yang sama dan waktu berbeda.

Senyap sunyi sang malam kadang membuatku rindu, namun sendu bisik sang angin tak hentinya menyadarkan siapa aku ?

Inilah puisi,
milik seluruh penikmat aksara dan perangkai kata
milik seluruh pengagum diksi
dan pemilik kenangan abadi

Rabu, 31 Oktober 2018

Bukan Cerita Bersambung


Dialog Bisu #2
Mahbub Isti

Aku ingin mencintaimu dalam setiap hela nafasku, bukan sebagai oksigen namun sebagai harapan agar hidupku tetap beralasan. Walau akhirnya tanpamu pun aku harus tetap berjuang.

Sebuah kabar yang tidak pernah aku inginkan terdengar, sebuah kabar yang bahkan tak pernah terlintas dalam bayangan. Untuk sekian kalinya Tuhan bertindak seenaknya pada hidupku, menulis skenario hidupku tanpa pamit padaku. Akankah nanti melukaiku atau tidak, Tuhan bahkan tidak peduli itu. Ku pikir kabar itu melesat hanya dalam mimpiku, tak puas ternyata itu benar-benar kenyataan hidupku. Entah harus kemana dan pada siapa lagi aku percayakan cerita hidupku selain pada puisi-puisi picisanku yang lebih sering membuat orang jijik merasa aku terlalu berlebihan mendiksikan hidupku atau sama sekali tidak peduli pada tulisanku daripada mencoba untuk sekedar memahami makna tersirat dalam setiap diksiku.
            Baru saja aku belajar merelakan dan mempercayakan cerita hidupku pada seseorang agar tak sendirian aku menyimpannya dalam bait-bait puisi, baru saja aku menemukan seseorang yang bisa menerima semua perbedaan dalam hidupku dibanding orang-orang normal pada umumnya, baru saja aku menemukan sosok yang bisa jadi teman berbagi pada apapun kondisiku. Dan Tuhan seenaknya mengambil dia kembali ke pelukan-Nya, dengan alasan yang sangat sederhana: Tuhan lebih sayang dia daripada aku.
            Maafkan aku Tuhan, kali ini aku tidak begitu setuju dengan skenariomu. Kau bahkan terlihat seolah-olah tidak suka melihatku bangkit untuk menikmati hidup yang sengaja kau berikan padaku. Aku, tidak suka sendirian. Tapi kau mengambil orang-orang yang aku sayang disaat aku sedang membutuhkan semangat hidup dari mereka. Tidak puaskah Kau mengambil bapakku saat aku baru saja memulai mewujudkan mimpinya kala itu untuk mendampingiku memakai toga sebagai tanda keberhasilannya berjuang untuk studiku ? Tidak puaskah Kau memaksa Satria untuk benar-benar hilang dari hidupku saat aku baru saja membangun angan untuk dicintai seseorang ? Dan sekarang Kau ambil pula teman yang sudah menjadi saudaraku saat aku sudah mulai mempercayainya sebagai bagian dari cerita hidupku, saat dia sudah mulai menjadi pemacu semangat mimpiku, saat aku sudah mulai optimis di akhir perjalanan studiku aku tak akan sendirian merayakan buah dari usahaku. Kau terlalu menganggapku kuat Tuhan, Kau terlalu bertindak seenaknya pada hidupku. Meski berhak, harusnya Kau bisa memberi sedikit kelonggaran waktu untuk kami bisa merayakan apa yang seharusnya kami rayakan bersama.
            Apa yang sebenarnya Kau mau dari hidupku ? bahkan membayangkan dengan siapa aku akan merayakan kelulusan nanti pun aku sudah tidak bisa. Aku tidak akan berjanji pada-Mu soal apa-apa yang akan aku lakukan pada hidupku nanti, aku hanya akan berusaha untuk tetap berjuang menyelesaikan semua tugas hidup yang memang harus aku selesaikan. Selebihnya, terserah Kau saja. Dan aku akan mencoba menerima semua perpisahan yang sudah terjadi ataupun yang sudah kau rencanakan nanti. Kadang aku hanya sempat berpikir untuk menanyakan satu hal pada-Mu tentang seberapa kuat aku dimata-Mu.
            Bolehkah aku tulis ulang sedikit saja bagian dari skenario hidup yang sudah kau buat lebih dulu ? Biarkan aku menyelesaikan tugas hidupku, membahagiakan orang tuaku yang tinggal satu, memastikan masa depan adikku baik-baik saja tidak lagi merasa pedih takut kesepian dan takut kekurangan akan suatu apapun dan memastikan studinya bisa membuat dia menjadi orang yang ku percayakan untuk masa tua ibuku nanti, merasakan nikmatnya bekerja sampai kemudian akan ada orang yang selalu mengingatkanku saat lelah. Dialah orang yang benar-benar mau mengenal hidupku dan menerima keluargaku.
         
   “kau belum berubah. Masih sama, dingin dan sedikit bicara. Hanya saja lingkar matamu agak menghitam dan kantung matamu sedikit lebih tebal. Sayang, kau kelelahan....”
Pelukan yang selalu menghangatkan tubuhku saat dingin mulai menyentuh tubuhku, pelukan yang selalu menenangkan aku saat resah dan gelisah melanda pikiranku. Ah sayang... terima kasih untuk pelukanmu yang memusnahkan kesendirianku.

Kamis, 04 Oktober 2018

Dialog Bisu #1

Hai Teman Sastra.... Long time no see you, maaf ya akhir-akhir ini saya lagi males-malesnya nulis buat blog. eh maafkan pemalas ini, yaa!

Oh yaa, postingan kali ini sedikit agak beda dari sebelum-sebelumnya kalau menurut kalian tulisan ini masuk kategori apa ? hmmm oke, cukup direnungkan saja tidak perlu kalian jawab.


Dialog Bisu #1
Mahbub Isti

Ketika kamu takut untuk memulainya, kamu tidak akan pernah mendapat jawabannya. Apakah terlalu sulit untuk memulainya ? TIDAK. Kamu bukan pengecut yang akan terus menerus sembunyi kan ? sampai kapan kamu akan menunggu tanpa melakukan sesuatu ?
Dialog bisu, sebuah gambaran yang menurut manusia normal adalah tabu tapi sebenarnya adalah hal biasa yang sering diam-diam dilakukan oleh manusia tanpa sepengetahuan manusia lain.
Setiap hari keputusan yang kamu buat akan berpengaruh pada hidupmu, entah saat itu juga atau kemudian hari. Keputusan itu meliputi keputusan-keputusan yang kamu ambil mulai sejak untuk bangun tidur sampai untuk kembali tidur. Jam berapa kamu akan bangun adalah keputusanmu yang pertama untuk mendapatkan kenikmatan hidup di hari itu juga, termasuk menunda bangun tidur adalah keputusanmu untuk menikmati hidup di hari itu juga. Tapi tahukah kamu bahwa setiap keputusan yang kamu ambil selalu dibayang-bayangi oleh penyesalan di belakangnya. Bukan tidak mungkin bayang penyesalan itu akan menjadi kenyataan ketika kamu salah mengambil keputusan. Biasanya ketakutan adalah alasan tabu yang sering dilontarkan manusia untuk tidak mengambil keputusan dalam hidupnya, ketakutan sering kali menjadi bayangan hitam manusia untuk berani melakukan suatu hal yang belum tentu ia bisa taklukan. Namun sayangya, ketakutan seringkali dijadikan alasan untuk tidak memulai apapun dalam hidup manusia padahal sebenarnya tidak memulai apapun juga termasuk keputusan yang kalian ambil untuk hidup di hari itu dan yang terjadi adalah pengecut dan pecundang menjadi sebutan yang paling cocok untuknya.
Setan tak sepenuhnya salah dalam setiap keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. Setan juga tidak sepenuhnya berhasil menggoda manusia dalam setiap gerak-geriknya. Sebab manusia sendiri yang bisa mengendalikan dirinya, bagaimana ia harus melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Keputusan yang ia ambil adalah wujud dari pengendalian diri seorang manusia, entah disadari atau tidak, keputusan yang ia ambil setiap harinya akan menjadi sebab dari akibat yang akan ia dapatkan kemudian. Pikiran, otak dan hati manusia akan dalam keadaan baik jika mampu bersinkronisasi saat proses pengambilan keputusan. Berbeda dengan makna overthingking, karena yang dibutuhkan hanyalah apa yang harus kamu lakukan saat ini bukan nanti.

Hari ini, Jumat pagi seseorang telah memutuskan untuk bangun tidur sebelum menyelesaikan mimpinya diatas ranjang. Memulainya dengan melihat arloji, bergerak menjauhi ranjangnya, keluar kamarnya hingga berhenti di kamar mandi. Melihat setumpuk pakaian kotor di samping kamar mandi, ia terlihat canggung. Handuk sudah melingkar di lehernya, namun ia memilih untuk merendam pakaiannya sebelum mandi. Bukan tanpa alasan, sebab sebagai seorang perantau yang apa sajanya serba terbatas tak terkecuali pakaian dalamnya. Ia mau tak mau harus mencucinya atau tidak berpakaian esok hari. Setelah itu, ia menuju dapur untuk memenuhi panggilan alamiah si perut bawel. Sebenarnya ia tak perlu repot-repot mampir dapur untuk makan, tinggal keluar mampir warung sebelah selesai sudah masalah. Nyatanya tidak, ia memilih masuk dapur dan memasak ala kadarnya sebab ia sadar hemat adalah penunjang hidupnya selama jauh dari keluarga. Apakah setiap hari keputusannya sama ? TIDAK. Kemarin, kamis siang ia baru memutuskan untuk beranjak dari ranjangnya itu pun sebab panggilan alam. Buang air dan makan. Makan pun ia mampir warung sebelah, menikmatinya sambil menonton tayangan gosip favoritnya kemudian setelah usai ia kembali ke ranjangnya. Seharian ia hanya berkutat di kamarnya.
Jadi apakah ia serajin kelihatannya atau semalas kelihatannya ? ia tidaklah peduli akan hal-hal sesepele penilaian orang terhadapnya, kelihatannya seperti itu padahal sebaliknya.

Selasa, 14 Agustus 2018

Puisi Cinta yang berjudul Debu di Sudut Kamar

Hai, Teman sastra......
Apa kabar ?

Hari ini aku mau rilis puisi nih, hehehe

Wis langsung baca saja puisinya
Selamat membaca :)



Debu di Sudut Kamar
Oleh Mahbub Isti


Debu di sudut kamar
menyaksikan kata menggeliat dipikiran
sunyi semakin bising ku dengar
membersamai imaji yang sedang liar
Sunyi menjadi kawan baik
pertanda diriku yang sudah lepas dari bayangmu
ku pikir begitu, aku melupakanmu
bukan: kau kua abadikan

Debu di sudut kamar
membangunkan sang tuan yang sedang bimbang
ia pikir sudah siang, sedang fajar belum juga datang
riuh teriak dalam benak
mengusik tidurnya yang singkat
jiwanya tak tenang, terikat kuat
berbagai tanya mencuat
ku pikir begitu, keputus asaan membelengguku
salah: tebus tangis, pantang menyerah



Termia kasih sudah menyempatkan waktunya untuk mampir dan membaca....
#YukNulis #YukBaca

Selasa, 07 Agustus 2018

Puisi Nasionalis, Kemerdekaan, dan Indonesia

Hai, Teman Sastra....

Selamat datang agustus, bulannya Indonesia. Nah, dalam rangka menuju Dirgahayu HUT Indonesia yang ke 73 ini, saya akan merilis puisi-puisi yang bisa dikatakan nasionalis. Hahaha

Wis pokoknya selamat membaca teman sastra :)



Negrimu negriku
Oleh : Mahbub Isti 

Kelak kau akan mengerti,
Bagaimana negrimu kini

Jangan mencela,
Sebab negrimu adalah cerminanmu kini

Berhenti mendesak,
Sebab percuma menyalahkan berbagai pihak lebih baik kau bertindak

Negrimu negriku negri kita yang mana lagi jika bukan Indonesia



Langkah kecil
Oleh : Mahbub Isti 

Berbanggalah pada bangsamu
Sebab siapa lagi yang akan berbangga jika bukan kita ?

Merdekakanlah negrimu
Sebab siapa lagi yang harus berjuang jika bukan kita ?

Percayalah,
Langkah kecilmu bermakna bagi negrimu
Lakukanlah,
Meski selangkah, setidaknya kau pernah mengubah



Kau tahu ?
Oleh : Mahbub Isti 

Kau tahu timur Indonesia ?
Mutiara dan emas ada disana

Kau tahu barat indonesia ?
Makanan lezat dapat kau nikmati disana

Kau tahu utara Indonesia ?
Setumpuk bagian budayanya bisa kau geluti disana

Kau tahu selatan Indonesia ?
Orang-orang ramah akan menyambutmu disana

Bukankah kaya negri kita ?
Negri yang kau jejaki darah saat menyapa dunia
Negri yang kau torehkan sejarah saat menikmati dunia
Negri tercinta, Negri Indonesia


Terima kasih sudah mampir laman blog ini dan terima kasih sudah menyempatkan membaca....

Minggu, 29 Juli 2018

Puisi Kehidupan ?

Hai, Teman sastra....

Sudah akhir bulan nih, yang hidup ngekos masih bisa bertahan kan ? hehehe
oh ya bulan Juli ini aku akan menutupnya dengan sebuah puisi.

Selamat membaca teman sastra... :)



Hidup adalah kata
Mahbub Isti

Hidup adalah kata
Ia bisa berubah menjadi apa saja
Ia mematikan untuk siapapun yang dibelenggunya
Ia kenikmatan untuk siapapun yang mampu menundukannya

Hidup adalah kata
bisa kau ubah menjadi prosa
mengenang masamu,
menceritakan kembali kelak pada keturunanmu

Hidup adalah kata
memperkosa ketika sunyi melanda
tinggal bagaimana sang pemilik mampu menyetubuhinya dengan rasa
dan melahirkkan puisi penuh makna

Hidup adalah kata
membodohi kita dengan cinta
menjaga hati yang diciptakan untuk kita
hingga patah pada akhirnya

Hidup adalah kata
menjadi manfaat untuk makhluk
adalah salah satu pilihannya
bukan sekedar haha hihi menyenangkan diri sendiri
tapi juga bagaimana harus berbabibu mau saling membantu

Hidup adalah kata
dimainkan oleh para penguasa
menjadikan kata sebagai senjata
memperdaya rakyat yang tak bisa apa-apa

Hidup adalah kata
dengannya kau bisa mengelabui mereka
dengannya kau bisa menutup rapat airmata
merangkainya menjadi sebuket suka cita
sedang kau sendiri sebenarnya terluka



Terima ksih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca, semoga bermanfaat :)

Minggu, 22 Juli 2018

Sahabat itu apa sih ?

Hai, Teman sastra....

Kali ini tulisanku agak berbeda dari biasanya.
silahkan tinggalkan kritik,saran atau pendapat di kolom komentar

Selamat membaca teman sastra :)



KRESS !!
Mahbub Isti

Hari ini ada beberapa uneg-uneg yang ingin sekali ku lampiaskan. Jadi, ini uneg-uneg ya teman sastra bukan cerita pendek seperti biasanya.
            Pertama, beberapa orang mengatakan jika sahabat adalah orang yang selalu ada untuk kita. Saat kita senang, bahagia, sedih, maupun terluka.
SAYA TIDAK SETUJU. Karena ketika seseorang berpegang pada kalimat tersebut, maka ia akan memiliki pola pikir yang justru akan membunuhnya suatu saat nanti. Sebab saat ia berada dalam masa sulitnya kemudian tidak ada sahabat yang mendatanginya, menghiburnya kala itu, atau mungkin tidak tahu akan hal itu, kemungkinan besar yang ia akan mejudge bahwa mereka yang selama ini dia anggap sahabatnya ternyata salah. Atau mungkin ketika seseorang memiliki sahabat di waktu sekolah kemudian setelah lulus jarang ada kabar dari sahabatnya, ia akan berpikir sahabatnya telah melupakannya sekarang.
Oh come on.....
Sahabat itu tempat berbagi ketika kamu butuh solusi bukan tempat berbagi kesulitan kamu, mereka juga berhak akan kesenangan mereka, mereka berhak untuk menikmati hidup mereka. Coba saja kamu punya pikran yang sedikit lebih rasional, mereka itu sahabat kamu bukan lumbung masalah kamu. Mereka juga punya masalah mereka sendiri yang harus mereka atasi bukan hanya mengurusi masalah kamu. Mereka juga punya cita-cita dan impian sendiri untuk diwujudkan bukan hanya sekedar kumpul dan ngobrol haha hihi dengan kamu.
Ayolah, kamu pasti bisa lebih bijak kok mengartikan sahabat untuk hidup kamu. Mawas diri adalah salah satu kuncinya. Jika kamu terus menerus memaksakan kehendak kalau yang namanya sahabat harus selalu ada untuk kamu, kamu tidak ada bedanya dengan manusia yang disetani keegoisan. Percayalah, mereka pasti hadir untuk kamu saat mereka punya waktu luang. Harusnya kamu bisa menjadikan tawa dan senyum mereka sebagai kekuatan untuk melanjutkan hidup kamu bukan musibah yang kamu bilang “Katanya sahabat tapi malah tertawa saat saya sedang kesusahan”
Oh come on, men....
Mereka melsayakan itu justru agar kamu bisa ikut tertawa dan tersenyum bersama mereka bukan menertawakan kepedihan yang kamu rasakan. Jika kamu benar-benar merasa bahwa kamu adalah sahabat mereka. Mencobalah mengerti mereka bukan hanya ingin dimengerti mereka. Jika kamu benar-benar merasa bahwa kamu adalah sahabat mereka maka kamu akan menyayangi mereka bukan untuk berbagi sedih tangismu saja tapi untuk menikmati hidup bersama.
            Kedua, banyak orang yang bilang “seorang Introvert adalah teman yang tidak menyenangkan”
            WHY ?
Saya pikir orang-orang yang memiliki anggapan seperti itu adalah orang-orang yang tidak memiliki teman yang introvert. Sebab jika mereka memiliki setidaknya satu saja teman yang termasuk introvert mereka akan tahu bagaimana sensasi memiliki teman yang introvert. Kenapa saya bilang begitu ? sebab seorang introvert adalah orang-orang yang sebenarnya sangat menyayangi dan menghormati kehadiran seorang teman. Kelihatannya memang mereka adalah golongan orang yang sedikit memiliki teman. Menurut saya, jumlah teman bukanlah faktor penentu seseorang termasuk kategori menyenangkan. Karena ada banyak faktor yang membuat seseorang mau berteman. Dan menurut saya, seorang introvert justru lebih mudah mendapatkan teman yang benar-benar tulus dan mau berteman dengannya bukan karena ada apanya.
            Seorang introvert bukanlah seorang yang akan membicarakan keluh kesahnya ataupun cerita hidupnya pada sembarang orang. Tak banyak dari mereka justru lebih memilih diam tidak menceritakan apapun pada temannya, sebab mereka lebih berhati-hati dalam memilih lawan bicara. Selain itu, seorang introvert yang terkesan misterius, jutek, judes, ataupun cuek adalah seorang yang justru sangat care atau peduli pada temannya. Karena menurut saya seorang introvert adalah seorang perasa. Dimana ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh lawan bicaranya. Dan seorang introvert bisa saja menjadi sosok yang gila saat bersama dengan sahabat-sahabatnya. Meskipun pada dasarnya seorang introvert lebih menyukai menghabiskan waktu sendirian.
           
            Ketiga, banyak orang yang bilang “Bipolar is Crazy. Orang yang sakit bipolar adalah orang gila yang harus dijauhi”
WHY ?
SAYA SANGAT TIDAK SETUJU. Bipolar disorder memanglah sebuah kelainanyang agak mengerikan, sebab penderitanya tidak bisa mengontrol emosi yang ada pada dirinya sendiri. Temperamen ? bukan. Seorang yang bipolar adalah seorang yang memiliki kelainan dimana perubahan emosi yang ada pada dirinya dapat berubah secara cepat dan dengan perubahan yang signifikan. Misalnya ketika mereka merasa senang, mereka akan akan sangat kegirangan teriak-teriak bahkan bisa sampai lompat-lompat ya berlebihan gitu tapi ketika saat itu juga mereka mendapat kabar buruk yang membuat mereka sedih mereka bisa langsung menangis meronta bahkan hingga pingsan. Tak jarang pula dari mereka berpikiran untuk mengakhiri hidupnya saat dilanda masalah. Inilah kenapa banyak dari orang-orang yang menganggap seorang bipolar adalah seorang yang Lebay atau berlebihan dalam merespon.
            Seorang yang bipolar sesungguhnya memiliki kehidupan yang normal selayaknya orang-orang pada umumya. Hanya saja mereka memiliki kekurangan pada kontrol emosi yang mereka miliki. Mereka juga tidak bisa dilanda stres sekecil apapun, karena sebenarnya seorang bipolar adalah seorang yang pernah mengalami stres berat hingga depresi  sebelum mereka mereka benar-benar divonis bipolar. Selain itu, seorang yang bipolar juga memiliki cita-cita dan impian selayaknya orang normal bahkan tak sedikit dari mereka yang berhasil mencapapai puncak kesuksesan, misalnya Demi Lovato dan Marshanda. Jadi sangatlah salah jika seorang bipolar adalah orang gila yang harus dijauhi. Sebab mereka juga butuh dirangkul untuk tetap melanjutkan hidupnya.


Terima kasih sudah membaca, teman sastra...

Cerpen Penantian, Menunggu dan Kebosanan

Hai, Teman sastra....

Hari ini aku mau rilis cerita yang baru ku tulis. Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan di kolom komentar ya.

Selamat membaca teman sastra :)


Bising !
Mahbub Isti

Decit itu begitu berisik ! menganggu gendang telingaku, kalau saja aku bisa; akan ku bisukan suara itu. Hari ini lagi-lagi aku dipertemukan dengan satu kata yang membuat orang muak di seluruh dunia, mungkin. Iya hari ini aku dipertemukan dengan MENUNGGU. Sesekali hal itu membuatku bosan dan enggan bertahan. Ku tengok kanan kiriku, ah masih sepi. Aku sendiri, di tengah gemuruh suara-suara yang riuh membicarakan bagian yang tak ada pada mereka. Aku duduk di kursi panjang besi tepat di depan pintu masuk. Sebuah ruang ? BUKAN. Pintu itu akan berubah sesuai dengan keberuntungan masing-masing orang yang memasukinya, bisa menjadi surga yang membuat siapapun tersenyum bahagia setelah keluar darinya bisa juga berubah menjadi neraka yang membuat siapapun akan menangis meratapi apa yang terjadi pada dirinya setelah keluar dari pintu tersebut.
            Tunggu, aku salah. Aku tidak sendirian menunggu di depan pintu itu. Aku tidak sendiri duduk di kursi itu. Aku ditemani Kahlil Gibran dalam penantianku. Iya, Gibran membantuku memecah kesunyian yang panjang dengan deret ceritanya yang tragis dan mengenaskan. Tapi aku suka. Sebab karenanya penantianku tak lagi digerogoti bosan. Sebenarnya selain Gibran, Anna dan Wiji Thukul juga menemaniku disana, memenuhi kursi panjang yang ku duduki sendirian. Hanya saja mereka membisu sebab belum ku ajak bercumbu. Tunggu, aku salah lagi. Yang benar hanya Wiji Thukul yang belum ku sentuh sama sekali, dia harus sedikit mengalaah pada Anna dan Gibran sebelum ku habiskan waktu sunyiku bersamanya. Sebelum Gibran Anna sudah lebih dulu memelukku dalam penat yang hampir saja membunuhku.
            Anna tak pernah bosan dan mengeluh meski ku jadikan ia pelampiasan. Saat pertama kali mengenalnya sebenarnya aku agak tidak suka padanya. Sebab ia, luka yang pernah ku balut kasa tebal kini basah kembali. Sebab ia, cinta yang pernah susah payah ku pendam dalam-dalam mengobrak-abrik hatiku lagi. Tapi entah apa yang membuatnya begitu adiktif, membuatku enggan berhenti menyentuh dan mencumbunya. Meski sebenarnya aku tahu itu akan menambah rasa sakit pada hatiku. Aku tak pernah habis pikir bagaimana mungkin penciptanya bisa sekejam itu ? Ia seolah mencuri hidupku di masa lalu kemudian menafsirkannya dalam wujud Anna. Entahlah meski begitu, aku kini menyukai Anna.
            Satu setengah jam hampir berlalu, aku masih duduk di kursi panjang itu bersama Gibran yang memecah kebosananku. Ia tak henti-hentinya menceritakan sosok Selma padaku. Seorang gadis manis anak dari Farris Effandy yang ia cintai namun cintanya tak dapat dimiliki. Gibran bilang sejak pertemuan pertamanya dengan Selma ia sudah jatuh hati pada gadis lembut yang penurut itu. Hingga pada suatu hari ditengah perjamuan Farris Effandy untuk Gibran, ia ditinggal pergi di rumah yang megah milik Farris Effandy. Bukan sendiri, melainkan bersama Selma anak semata wayang Farris Effandy yang menjadi pujaannya.
Setelah beberapa saat ia menghabiskan waktu berdua bersama Selma, Farris Effandy kembali ke rumahnya. Raut mukanya tak secerah sebelum kepergiannya.seeb ia takut akan berpisah dengan putri semata wayangnya yang ia sayangi dan takut akan tinggal di rumah megah itu sendiri. Ia takut masa tuanya akan menjadi masa yang paling menakutkan setelah Selma benear-benar pergi meninggalkannya. Hingga ia meminta Gibran, anak dari sahabatnya untuk menjenguk ia di masa tuanya nanti. Ya, tepat setelah itu ada dua hati yang patah bersamaan. Farris Effandy hatinya patah dihantui masa tua yang sunyi dan sendiri, sedang Gibran hatinya patah sebab gadis yang cintai akan menikah dengan orang lain, yaitu seorang kemenakan Uskup. Itu terjadi bukan karena Selma mencintai kemenakan Uskup itu, melainkan Uskuplah yang meminta Selma menikah dengan kemenakannya. Setelah pernikahan Selma, ia tak lagi bisa merasakan bahagia. Sebab ia menikah dengan tubuh laki-laki yang tidak dikenalnya dan mematahkan hati laki-laki yang dicintainya, Gibran.
Belum selesai Gibran menceritakan kisahnya, sunyiku makin bising, makin mengganggukku, makin membuatku lelah dan ingin menyerah meninggalkan kebosanan yang menggerogotiku. Namun aku masih tetap pada keputusanku untuk tetap menunggu. Sebab Gibran menguatkan aku. Sesunguhnya aku adalah seorang yang paling takut pada penantian. Tapi lagi-lagi Gibran menguatkan aku, katanya “Jika rasa takut akan menghentikan kita di tengah jalan, kita hanya akan mendengar ejekan dari suara-suara malam, tetapi jika mencapai puncak gunung dengan gagah berani kita akan menyatu dengan roh-roh surgawi dalam nyanyian kemenangan dan kegembiraan”
Sampai saat itu aku masih bertahan untuk menunggu pintu itu memanggil namaku masuk ke dalamnya. Entah nanti surga atau neraka yang akan aku terima, aku akan tetap menunggu. Sebab aku percaya Tuhan sudah menuliskan itu untuk hidupku bahkan sejak sebelum aku duduk di kursi panjang itu.

Terima kasih sudah membaca, teman sastra....
Nantikan cerita selanjutnya yaa
Kalian boleh share postingan di blog ini lho. Hehehe

Jumat, 20 Juli 2018

Selamat Pagi Indonesia Karya Sapardi Djoko Damono





Hai, Teman sastra...



Sebuah Puisi Karya Sapasdi Djoko Damono berjudul Selamat Pagi Indonesia yang dibacakan langsung oleh Mahbub Isti (diksisti)



Terima kasih sudah menonton :)

Cerpen Kehidupan

Hai, Teman satra....

Hari ini aku mau rilis cerita pendek tentang suatu dilema dalam kehidupan.

Selamat membaca yaa :)


Tanda Tanya (?)
Mahbub Isti

“Kenapa kamu jarang sholat ?” pertanyaan itu seperti menggertakku. Aku terdiam kemudian menjawab “karena Tuhan selalu menunda kebahagiaanku, Ia lebih suka bertubi-tubi membuatku menangis” jawaban itu terkesan membuatnya kaget dan mengelus dada. “tapi kamu masih percaya Tuhan kan ?” pertanyaan itu lagi-lagi membuatku merasa tak perlu menjawab tapi aku harus menjawabnya. “masih. Hanya saja Tuhan yang mana aku tidak tahu” jawaban itu kembali membuatnya terhentak “lalu kenapa kamu memutuskan berhijab ?” itu ku anggap sebagai pertanyaan terakhir yang membuatku seolah benar-benar atheis “aku berhijab, sebab aku tak mau tubuhku jadi santapan mata laki-laki hidung belang, polusi dan sinar matahari” aku menjawabnya dengan rasa benar-benar muak. Lalu pergi meninggalkannya dan segudang pertanyaan yang entah apa lagi yang akan ia tanyakan padaku.
Tapi aku benar-benar kesal hari ini. Kenapa lagi-lagi Tuhan bertindak tidak adil padaku ? kenapa lagi-lagi Tuhan membiarkan orang lain merenggut kebahagiaanku ? kenapa Tuhan lagi-lagi membuatku seolah tak berguna ? kenapa Tuhan...? Apa yang Engkau rencanakan untukku ?
Saat fase inilah aku benar-benar tak tahu sebenarnya apa alasan Tuhan menciptakanku ? saat ku lihat sekelilingku bisa tersenyum bahagia, kenapa aku tidak ? apa yang salah pada diriku ? kenapa selama aku hidup aku bahkan belum pernah merasakan senyum dan tawa bahagia yang tulus dari diriku. Bahkan sejak awal aku mulai tahu tentang hidup, hidupku sama sekali tak layak untuk diingat siapapun bahkan diriku sendiri. Hal-hal yang ku ingat dalam benakku hampir seluruhnya pedih. Mulai dari keluarga, hidup bertetangga, pertemanan, bahkan kisah cinta pun tak ada yang manis untuk diingat. Bahkan saat aku berusaha membuat kenangan manis, lagi-lagi aku merasa kesulitan untuk mewujudnya.
Jika orang-orang hanya pernah melihat orang lain makan nasi lauk garam, aku pernah merasakan dan mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah lihat orang lain hidup didalam rumah yang kurang layak, aku pernah mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah lihat orang lain hidup dalam kegelapan tanpa listrik, aku pernah mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah lihat orang lain ditinggal orang tuanya, aku pernah mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah lihat orang lain keluarganya berantakan, aku mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah melihat orang yang tak pernah beruntung dalam kisah cintanya di sinetron/film, aku mengalaminya. Jika orang-orang hanya pernah mendengar seseorang yang bahagia dengan fantasinya dalam cerita, maka aku mengalaminya.
Hidupku semacam sinetron televisi yang diluar nalar manusia kebanyakan. Mereka gak akan bisa ngerti bagaimana hidup aku, mereka juga gak bakalan ngerti gimana rasanya ngejalanin hidup kek gini. Yang mereka tahu, ini adalah takdir hidupku. Takdir yang mereka harap gak pernah kejadian dalam hidup mereka. Aku, adalah seorang wanita depresi yang memiliki kelainan psikologis yang membuat orang-orang berfikiran bahwa aku selalu berlebihan dalam menghadapi masalah tanpa perlu usaha untuk mengerti sedikit pun. Sedang orang yang pernah bisa mengerti aku telah Tuhan takdirkan jauh dari hidupku.
Meski kadang aku masih sering merindukannya, tapi sekarang aku tak pernah punya nyali untuk mengatakan atau sekedar menyapanya. Perlahan aku mencoba merelakannya, melepasnya dengan kehidupan barunya tanpa sedikit pun kembali peduli padaku. Sayangnya,Tuhan masih sama. Ia masih sering membiarkan aku berada pada fase seperti ini. Fase yang sangat aku benci. Fase yang membuat aku merasa tertekan setiap saat mengingat dan meratapi hidupku. Aku tak sekuat aku di depan orang-orang, aku tak sebahagia di depan orang-orang, aku tak sebodoh amat di depan orang-orang. Terlalu banyak topeng yang aku pakai di depan mereka, sampai lupa topeng mana yang masih kupakai.
Aku bukan atheis. Aku punya Tuhan, tapi Tuhan yang mana yang harus aku sembah ? jika Tuhan selalu menunda kebahagiaanku ? kata orang dengan berdoa kamu bisa mendapatkan apa yang kamu minta, tapi kenapa aku belum juga mendapatkannya ? benarkah Tuhan yang ku sembah ? benarkah Tuhan yang ku minta ? harusnya BENAR. Karena aku percaya pada alquran jika Allah adalah Tuhan dari segala Tuhan. Tapi kenapa hidupku masih seperti ini ? kenapa Tuhan selalu menomor sekiankan kebahagiaan ku dibanding kebahagiaan orang lain ? kenapa Tuhan bertubi-tubi menguras airmata dan emosiku ? kenapa ?
Tuhan.... sampai kapan aku kau biarkan seperti ini ?
Tuhan.... sampai kapan aku harus menunggu untuk bahagia ?
Tuhan... sampai kapan aku gila dalam kesendirianku ?
Sampai kapan Tuhan ?




Terima kasih sudah membaca, teman sastra...

Kamis, 19 Juli 2018

Alffy Rev - Official Song 18th Asian Games 2018 mash-up





Salah satu dari sekian karya-karya Alffy Rev yang berhasil bikin saya nangis tiap nonton. Dan kalian juga harus nonton ini, teman sastra... HARUS !!



SemangArt Berkarya terus mas... Barakallah..

Tak Sepadan Karya Chairil Anwar



Puisi ini dibacakan oleh Mahbub Isti (diksisti)
Dengan iringan musik indah dari Reyal Music

Rabu, 18 Juli 2018

Puisi tentang kritik sosial dan kebudayaan

Hai, Teman sastra... :)

Oh ya hari ini aku mau rilis salah satu puisi yang aku buat setahun lalu, tepatnya saat HUT Kemerdekaan negara kita tercinta. Puisi ini berawal dari keresahanku saat netizen Indonesia gembar-gembor tidak terima karena budaya kita diakui oleh negara tetangga. Dimana menurutku itu tidak akan memberikan efek apapun, karena bukankah lebih baik kita mawas diri, misalnya dengan mempelajari budaya-budaya di daerah masing-masing lalu mengenalkannya lewat sosial media masing-masing. Yang aku pikir justru akan membawa dampak positif untuk kedepannya.

oke, berikut adalah puisinya.
Selamat membaca teman sastra...


Jerit Budaya
Oleh : Mahbub Isti

Kalian tertawa kalian sibuk dengan hiruk pikuk dunia
Sempatkah kalian merasa bahwa aku ada
Aku harta yang kalian punya
Kekayaan yang membuatmu bangga
Tapi kemana kalian saat kami mulai merasa sendiri
Merasa terabai oleh kemewahan lain yang kalian punya
Merasa tersingkir dari pandangan
Pernahkah kalian berfikir untuk sekedar mengerti kami
Bukan kami yang butuh kalian tapi kalianlah yang harus mempertahankan kami
Kini mereka merawat kami
Menyayangi kami
Mengerti kami
Dan mengakui keberadaan kami
Kulihat kalian mulai panik
Cemas takut kami berpindah tempat
Teriak, menjerit, melengking dan menangis
Merintih mengakui kami
Kami harta, kami warisan budaya
Yang harus kalian jaga
Tapi dimana kalian sebelumnya ?
Sadarkah ?
Jika kami bisa bicara
Kami teriak sekencang-kencangnya
Betapa dunia tak adil yang kami rasa


Terima kasih sudah membaca teman sastra....

Naskah Drama Komedi

Hai, Teman sastra....
Kali ini aku mau rilis naskah drama komedi khas buatan anak SMA. Karena saat menulis naskah ini, aku masih duduk di bangku SMA. Dan naskah ini juga pernah dipentaskan pada saat pelepasan siswa kelas XII pada masanya.

Selamat membaca teman sastra... :)


Putri Edan

Pemain :                                                  anggota :
1.     Narrator
1.tia
2.     Permaisuri
2.tika
3.     Pangeran
3.wulan
4.     Miss Sumbing
4.ikom
5.     Pengawal
5.vika
6.     Raja
6.wiwik
7.     Ratu
7.via
8.     Mbok perawan
8.dias
9.     Miss Missan
9.alim




Narator        : hihihi… bersama saya kutil si kuntilanak centil hihihi kita akan mengupas tuntas cerita ini sampai keakarnya penasaran seperti apa ceritanya…
mari kita simak bersama-sama

di suatu hutan terlihat seorang pangeran bernama Lau sedang berburu hewan ditemani oleh sang permaisuri dan pengawalnya

Permaisuri   : kanda, saya mau kesana dulu kanda sepertinya disana ada bunga yang cantik dan langka..

Pangeran      : baiklah, biar pengawal menemanimu dinda

Permaisuri   : tak usah kanda biarlah pengawal bersamamu, aku tak kan jauh dari sini..
Pangeran      : baiklah dinda , hati-hati

Permaisuri   : iya kanda

Namun tiba-tiba sang pangeran melihat buruan yang sedari tadi dicarinya,

Pangeran      : pengawal lihat itu rusa besar buruan kita..

Pengawal      : iya pangeran benar. sang pangeran dan pengawal mengejar buruan itu sehingga tanpa sengaja mereka meninggalkan sang permaisuri….

Permaisuri   : kanda, lihat bunga ini cantik sekali bukan ? (melihat tak ada siapapun disana permaisuri pun kebingungan dan  merasa ketakutan dan mencari-cari sang pangeran) kanda… kanda… kanda dimana ??

Sesampainya di Istana, sang pangeran pun baru menyadari akan hilangnya sang permaisuri

Pangeran      : tunggu pengawal

Pengawal      : ada apa pangeran ?

Pangeran      : dimana permaisuri ?

Pengawal      : tidak..!! permaisuri tertinggal di hutan pangeran..

Pangeran      : APA ?!!! cepat cari permaisuri sampai ketemu.

Pengawal      : Sendika dawuh pangeran

Waktu semakin berlalu berita itu pun terdengar oleh seorang wanita desa yang bahagia mendengarnya karena dari dulu ia berharap bisa bersanding dengan sang pangeran.

Miss Sumbing        : mbok…mbok….

Mbok Perawan        : iya mbing… ana apa tha ?? teriak-teriak kayak di kuburan aja

Miss Sumbing        : ngawur mbok iki mosok teriak kok di kuburan ??

Mbok Perawan        : ouh mbok salah ya ?? ya ws ora apa tho ??

Miss Sumbing        :  iya deh, ouh iya mbok Miss missan mana ??

Mbok perawan       : ada di dalam sedang bantu mbok bersih-bersih rumah..

Miss Sumbing        : sampein ke Miss Missan ya mbok nanti malam aku minta ditemenin ke istana

Mbok Perawan        : ke Istana …?? Ngapain tho Mbing kesana malem-malem ?

Miss Sumbing         : ada deh Mbok… mau tau aja…

Mbok Perawan        : so I must say “WOW” ngono…???

Miss Sumbing         : halah mbok ki sok Inggris..

Mbok Perawan        : lha piye pak ora pok..??

Miss Sumbing        : ha’a ws pak ora

Narrator               : mbok perawan pun masuk kedalam menemui Miss Missan

Mbok Perawan        : Miss… Miss missan…
                      dimana… dimana… dimana… Miss Missan… Miss Missan berada

Miss Missan          : disini mbok.. ana apa tho ??

Mbok Perawan        : nanti malam ada acara ntek ?

Miss MIssan         : nana mbok, knapa ?

Mbok Perawan        : itu si Miss Sumbing minta ditemenin ke Istana nanti malam

Miss Missan          : siplah pokokna.. memangnya ada apa tho mbok ke Istana

Mbok Perawan        : mbok juga tak tahu Miss

Miss Missan          : ya ws nanti tak Tanya Miss Sumbing sendiri mbok

Narrator               : Disaat mbok perawan dan Miss Missan bingung dengan tujuan Miss Sumbing. Ditempat lain pangeran Lau sedang galau karena permaisuri tak kunjung ditemukan

Pangeran               : pengawal pengawal…

Pengawal      : sendika dawuh pangeran
 Whats Up..?

Pangeran      : halah sok Inggris kau
kau tau tak kalau aku sedang galau..?

Pengawal      : gak tuh pangeran
 kalaupun iya, emang masalah buat gue ?

Pangeran      : HUZT ! mature..?  mangkeh didukani pak guru lho…

Pengawal      :  Ampun Pangeran… kan Cuma just kidding hehehe

Di sudut Istana, raja dan ratu merenungi akan nasib anaknya

Ratu            : Ayanda… bagaimana nasib anak kita itu kian lama kian merana

Raja             : entahlah nimas, ayah juga bingung

Ratu            : bagaimana kalau kita carikan saja pengganti permaisuri

Raja             : sayembara sudah dilaksanakan nimas, namun belum satupun wanita yang datang melamarnya

Ratu            : malang sekali nasibmu nak..nak…
 hidup sekali kok buat galau-galauan

Narrator     ; yeah, pangeran merana karena sang permaisuri tak kunjung datang.. entahlah karena kurasa waktu yang akan menjawab semua
ditempat lain, Miss Sumbing, Miss Missan  dan mbok perawan mempersiapkan segala sesuatu untuk melamar pangeran

Miss sumbing         : yang ini gimana ?

Miss Missan           : No

Miss sumbing         : yang ini ?

Miss Missan           : na..na

Miss Sumbing        : hmm.. kalau ini ?

Mbok Perawan        : Ora

Miss sumbing : trus yang mana dong ?

Miss Missan : ini aja gimana ?

Miss Sumbing        : okelah kalau begitu

Narrator     : persiapan selesai (ala upacara)
 Miss Sumbing dan Miss Missan pun tiba di Istana

Miss Sumbing        : assalamualaikum

Miss Missan           : tuk…atuk…

Miss Sumbing        : heh emangnya Upin Ipin ?

Miss Missan          : habis nada kamu mah gitu

Miss Sumbing        : ya udah diem dulu
          sepada..sepeda..sepatu
          ada yang didalam ?

Ratu                       : sekejab atuh..

Raja                       : siapa kaliyan ?

Miss Sumbing        : nama saya Miss Sumbing cantik jrlita, baik hati, tidak sombong dan rajin menyolong..

Raja & Ratu           : hah..??!!

Miss Sumbing        : ups.. maksud saya rajin menolong.. hehe

Ratu                      : oh.. kalau kamu ?

Miss Missan          : saya Miss Missan yang sederhana dan apa adanya…

Raja                      : lalu apa tujuan kaliyan datang kemari ?

Miss Sumbing        : saya mau melamar pangeran Lau

Miss Missan          : kalau saya mau melamar raja..

Ratu                     : apa ??!!

Miss Missan         : bercanda keless… saya kesini cuma mengantar miss Sumbing saja

Ratu                     : oh… baiklah mari masuk masuk..

Raja                     : Lau, kemari nak ada yang mau bertemu denganmu

Pangeran              : iya ayanda..

Ratu                     : ini Miss Sumbing dan Miss Missan mereka datang untuk melamarmu nak..
ayah dan ibu khawatir semenjak permaisuri pergi kau selalu merana.. untuk itu ayah mengadakan sayembara untukmu

Pangeran              :  pengawal bagaimana ini ?

Pengawal              : Lha kok malah tanya saya pangeran ?

Pangeran              : aku masih sangat mencintai permaisuri tapi ia tak kunjung ditemukan
 tapi wanita ini juga cukup cantik untukku

Pengawal              : ya sudahlah.. kalau pangeran merasa bosan menunggu sang permaisuri yang tak kunjung datang terimalah saja dia

Pangeran              : apa mereka berdua datang untuk melamarku ?

Miss Missan         : na..na… saya hanya mengantar Miss Sumbing pangeran

Pangeran              : ayah ibu.. bagaimana ini ?

Ratu                     : terserah kau saja jjika kau suka maka terimalah jika tidak maka suruhlah dia pulang

Raja                     : benar anakku karena kelak kau yang akan menjalaninya

Pangeran              : baiklah karena saya sudah terlalu lama merana menunggu permaisuri yang tak kujung ditemukan maka aku memutuskan untuk…..

Permaisuri           : tunggu ! tunggu kanda…! Apakah kau benar-benar akan menerimanya dan menduakan aku kanda..??

Pangeran             : dinda..??

Permaisuri           : iya kanda ini aku permaisurimu. Jawab aku kanda apakah kau akan menerimanya ?

Pangeran             : selama ini aku mencarimu, menunggu kabar darimu tiap hari aku merana karena kamu permaisuriku…

Permaisuri          : lalu..?

Pangeran             : aku tetap mencintaimu dan aku tidak akan menduakanmu. Untuk itu aku minta maaf padamu Miss Sumbing aku tak bisa menerimamu

Miss Sumbing     : apa ? (pingsan)

Narrator     : pangeran pun bahagia karena karena dia kembali bertemu dengan permaisurinya. Namun disisi lain Miss MIssan dan Mbok Perawan menghibur Miss Sumbing yang frustasi karena tak dapat meraih cinta sang pangeran untuk kesekian kalinya.

Miss Missan          : sabar miss sabar..

Mbok perawan       : iya mbing sabar.. semangat donk masih banyak lelaki lain yang lebih daripada pangeran Lau

Miss Sumbing        : na…na… aku nggak mau yang lain. Yang aku mau Cuma pangeran Lau..

Miss Missan           : katanya sedih kok itu maen hp ?

Miss Sumbing        : kan ini lagi update status sekalian nge-tweet kegalauan aku

Miss Missan           : halah..

Mbok Perawan        : iya ki.. pangeran Lau kuwi ndak cinta sama kamu mbing..

Miss Sumbing         : lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu daripada kau bunuh aku dengan cintamu ?

Miss Missan            : jangan Miss jangan atuh…

Mbok perawan        : iya mbing jangan berbuat bodoh seperti itu

Miss Sumbing         : maafkan aku selamat tinggal….. eit saya pending sebentar

Miss Missan           : lho kok pending Miss ?

Miss Sumbing        : iya meh update status + nge-tweet sek

Mbok perawan       : yaah… ana ana wae

Miss Sumbing        : oke,wis. selamat tinggal mbok… selamat tinggal miss

Miss Missan + Mbok Perawan : Miss Sumbinggggg………………

Narrator             : Miss Sumbing terlanjur mengakhiri hidupnya karena frustasi cintanya tak dapat dimiliki
 sedangkan mbok perawan dan miss missan sangat menyayangkan keputusan Miss sumbing hal yang tak selayaknya ia lakukan karena masa depannya masih panjang.
demikian, akhir cerita yang menyedihkan semoga nilai-nilainya dapa diambil kurang lebihnya mohon maaf karena semua ini hanya hiburan semata.


Terima kasih sudah membaca teman sastra... 

Dialog Bisu #6

Aku tidak mau memilikimu hanya karena aku memerlukanmu, aku menginginkanmu jika memang ada mimpi dan harapanku dalam dirimu. Kenapa ? Aku en...