Senin, 21 Februari 2022

Dialog Bisu #6

Aku tidak mau memilikimu hanya karena aku memerlukanmu, aku menginginkanmu jika memang ada mimpi dan harapanku dalam dirimu.

Kenapa ?

Aku enggan meninggalkan seseorang hanya karena kesalahan, yang akhirnya membuatku bisa menemukan pengganti dalam diri yang lain. Aku ingin ia selalu menjadi ambisi, sehingga aku tidak akan meninggalkannya meski gagal berkali-kali. 

Apakah kamu tidak gelisah dengan usia yang semakin bertambah ?

Usia bukan satu-satunya variabel dalam menentukan apa yang harus kamu lakukan dan apa yang kamu inginkan. Jika begitu, mungkin semua orang akan berlomba ke KUA ketika usia sudah lewat dua puluh lima. 

Bagaimana dengan omongan tetangga ?

Aku menghargai mereka sebagai pengamat dan pengritik yang disediakan Tuhan secara cuma-cuma. Tapi bukan berarti mereka bisa menentukan hidup kita harus bagaimana, sebab mereka tidak akan bertanggung jawab atas apa yang kamu lalui. 

Kamu tidak takut kesepian karena masih sendiri di usia sekarang ini ?

Tentu, tentu ada ketakutan akan hal semacam itu. Apakah aku terlalu pilih-pilih ? Bisa jadi. Tapi aku cukup tahu diri. Apakah dengan alasan kesepian kamu akan dengan mudah mempersilahkan siapa saja masuk ke dalam permainanmu ? Dan menambah koleksi cameo dalam ceritamu ? Mungkin iya, jika itu kamu. 

Apa susahnya menerima kehadiran seseorang yang bisa menerimamu apa adanya ?

Apa dasar dia menerimaku sedemikian rupa ? Ego ? Nafsu ? Kesendirian ? Hiburan ? Pelengkap ? Atau apa ? Hal semacam ini serupa puzzle, kamu hanya perlu pecahan yang tepat. Bukan sekadar susah atau mudah.

Bagaimana mungkin kamu selalu menulis sesuatu yang hanya ada di pikiranmu ?

Sebab sampai sepuluh tahun saat ini pun itu tidak akan pernah ada dalam pikirannya. 

Dialog Bisu #6

Aku tidak mau memilikimu hanya karena aku memerlukanmu, aku menginginkanmu jika memang ada mimpi dan harapanku dalam dirimu. Kenapa ? Aku en...